Cara Mengusir Tikus Yang Membandel dengan Metode PHT

C
Cara Mengusir Tikus Yang Membandel dengan Metode PHT

Banyak hal yang menjadi pemicu masuknya hama tikus ke dalam rumah Anda yang menyebabkan berbagai macam masalah. Berikut cara mengusir tikus yang membandel!

Mulai dari sumber makanan yang hilang, kabel-kabel putus, hingga bau anyir akibat air seni yang mereka tinggalkan.

Saat hewan kecil tersebut telah menemukan tiga unsur utama, yaitu sumber makanan, air, dan tempat bersarang, sulit untuk mengeluarkannya walau dengan menggunakan perangkap atau racun tikus sekalipun.

Maka dari itu, langkah pencegahan harus Anda lakukan sebelum hal di atas terjadi. Salah satu langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan adalah dengan menerapkan konsep pengendalian hama terpadu.

Apa yang dimaksud dengan pengendalian hama terpadu? Apakah metode di atas efektif dalam mengendalikan hama tikus? Dan, apakah ada cara atau metode alternatif lain yang bisa Anda gunakan? Berikut rangkumannya untuk Anda.

Bagaimana cara ampuh mengusir tikus dari rumah Anda?

Tikus adalah hewan yang kotor. Mereka umumnya dapat Anda temukan di selokan pipa atau tempat sampah yang lembab dan gelap.

Perlu Anda ketahui, bahwa tikus merupakan spesies yang terbilang cepat dalam mereproduksi keturunannya. Dalam setahun, satu ekor tikus mampu menghasilkan 6 hingga 10 keturunan dalam satu kali kehamilan. Menakjubkan bukan?

Sebelum hal mengerikan di atas terjadi, ada baiknya Anda melakukan usaha preventif atau usaha pencegahan sebelum tikus menguasai kediaman Anda. Beberapa usaha pencegahan yang dapat Anda lakukan diantaranya ialah,

1. Pengendalian Hama Terpadu (PHT)

Menurut Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa):

Pengendalian Hama Terpadu atau PHT adalah suatu konsep yang berupaya untuk mengendalikan populasi atau tingkat penyerangan hama. Metode ini menggunakan berbagai macam teknik pengendalian, yang bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan serta ekosistem.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan dalam mengendalikan serta mencegah tikus untuk masuk ke dalam hunian.

Eliminasi sumber air

Tikus setidaknya memerlukan 15 – 30 ml air setiap harinya, terutama apabila mereka hanya mengonsumsi makanan-makanan kering. Tikus akan mencari sumber air terdekat. Mulai dari aliran sungai, lubang air, pipa air yang bocor, keran air yang terus menetes. Sampai mangkuk air hewan peliharaan Anda.

Hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengeliminasi sumber air yang berlebih. Seperti memperbaiki pipa air yang bocor, memastikan tidak ada air yang terbuang percuma, hingga menakar air minum peliharaan Anda.

Dengan melakukan hal-hal di atas, Anda tidak saja mencegah kedatangan tikus, tetapi juga menghemat penggunaan air.

Eliminasi sumber makanan
Tikus adalah makhluk yang sangat peka terhadap aroma. Hal ini disebabkan karena indra penciumannya yang menjadi ‘senjata’ untuk mencari makanan.

Adapun upaya yang bisa Anda lakukan adalah dengan menutup rapat kontainer bumbu serta makanan, bahan makanan, cemilan, dan sumber makanan lainnya.

Selain makanan di atas, renyahan yang berjatuhan di lantai dan dibiarkan berhari-hari juga merupakan makanan yang disukai oleh tikus.

Maka dari itu, bersihkan setiap sudut rumah Anda secara rutin. Pastikan tidak ada renyahan, makanan atau minuman sisa yang tertinggal.

Eliminasi tempat bersarang

Tikus dapat bersarang dan membuat ‘rumah’ dimanapun selama memiliki sumber makanan dan persediaan air yang cukup. Lalu, bagaimana caranya tikus masuk ke dalam rumah Anda?

Faktanya, tikus memiliki tulang yang sangat fleksibel, sehingga ia mampu melenturkan dirinya sendiri dan masuk ke dalam lubang-lubang kecil. Seperti lubang pipa, atap yang terbuka, lubang saluran listrik, dan lubang kecil dengan ukuran 0,635 cm sekalipun.

Untuk mencegah tikus masuk ke dalam rumah, tutuplah segala lubang yang menjadi ‘pintu’ utama mereka.

Edukasi tetangga

Tidak hanya untuk diri Anda sendiri, informasi penting seperti ini juga layak untuk Anda bagikan kepada para tetangga.

Perlu Anda ingat, bahwa tikus adalah hewan yang mampu menghasilkan banyak keturunan dalam satu kali kelahiran setiap tahunnya.

Tikus-tikus yang telah lahir dan bersarang di salah satu rumah warga, akan mencari tempat persembunyian baru dan melahirkan calon-calon tikus lainnya.

Proses di atas akan terus berulang apabila kita sebagai manusia tidak menindaklanjuti dan saling mengingatkan satu sama lain.  

Maka dari itu, mengedukasi tetangga adalah langkah yang bijak demi kepentingan bersama.

Baca juga: Hati-Hati! Ini 3 Jenis Tikus Kosmopolit Berbahaya

2. Gelombang Elektromagnetik

Melakukan langkah pencegahan PHT di atas memang akan menyita banyak waktu dan tenaga. Sesuatu yang seharusnya dapat Anda manfaatkan untuk hal yang lebih produktif.

Bagi Anda yang tidak ingin ambil pusing dengan berbagai macam langkah pencegahan di atas. Anda bisa memasang gelombang elektromagnetik di dalam rumah Anda.

Gelombang elektromagnetik ini menggunakan kabel listrik yang berada di balik dinding rumah untuk mengirimkan perubahan sinyal yang berdampak pada kegelisahan dan membuat tikus merasa terganggu.

Walau tidak ada efek samping yang ditimbulkan, cara ini kurang efektif digunakan untuk menghalau tikus masuk ke dalam rumah. Mengingat mereka akan mulai menyesuaikan diri dengan keberadaan gelombang tersebut.

3. Suara ultrasonik

Dilansir dari Kompas.com, pemancar ultrasonik ini hanya akan mengeluarkan frekuensi sebesar 35.000 Hz yang seharusnya, hanya bisa didengar oleh hewan ordo rodentia seperti tikus.

Namun, fakta mengejutkan datang dari penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH), dikutip dari CNN Indonesia, paparan yang dihasilkan oleh suara ultrasonik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti tinnitus, sakit kepala, migrain, bahkan pingsan.

Manusia memang tidak dapat mendengar suara suara jenis ultrasonik, namun bukan berarti manusia sama sekali tidak mampu menangkap frekuensinya.

Efek buruk ini tidak hanya dapat dirasakan oleh manusia, tetapi hewan seperti anjing dapat terkena imbasnya, seperti mengalami rasa cemas dan gelisah.

4. Bahan alami

Sebagian besar artikel di internet akan merekomendasikan bahan alami untuk mencegah serta mengusir tikus dari kediaman Anda.

Mulai dari menggunakan bawang putih, pepermin, cabai, kulit durian, tanaman sirsak, dan bahan alami lainnya yang sering kita temui dengan harga yang ekonomis.

Namun, tahukah Anda bahwa walaupun bahan-bahan alami di atas mampu menghalau tikus untuk masuk ke dalam rumah, bahan-bahan tersebut tidak akan berfungsi dengan baik dalam waktu jangka panjang.

Di samping itu, beberapa bahan alami juga dapat membuat manusia merasa tidak nyaman dengan aroma nya yang kuat, seperti bawang dan kulit durian.

Jadi, bisa dikatakan bahan alami kurang begitu efektif untuk mengusir tikus yang membandel.

Baca juga: Apakah Efektif Menanam Tanaman Pengusir Tikus? Ini Hal Yang Perlu Anda Perhatikan!

5. Buat penghalang

Penghalang adalah langkah pencegahan yang wajib untuk Anda lakukan, apabila terdapat lubang yang berpotensi mengundang kehadiran sekawanan tikus untuk masuk ke dalam rumah.

Penambalan dengan menggunakan lath metal atau semen adalah bahan yang umum digunakan untuk menghalau dan mencegah tikus untuk masuk ke dalam rumah atau bangunan.

6. Pelihara kucing

Kucing merupakan salah satu predator alami  yang selain mampu melindungi rumah dari serangan tikus, juga menjadi hewan peliharaan yang menggemaskan.

Namun sayangnya, hewan berbulu menggemaskan ini terkadang sedang tidak ‘mood’ untuk berburu tikus di kediaman Anda, sehingga ia lebih memilih untuk tidur atau tidak melakukan aktivitas apa pun.

Demikianlah 6 cara mengusir tikus yang membandel dan semoga bermanfaat.

Tentang Penulis

Urban Pest ID

Hewan pengganggu yang kita sebut "hama" hadir karena ulah manusia. Jauh sebelum ekspansi manusia mereka bagian dari ekosistem. Mari bijak menyikapi hama dengan saling berbagi informasi!

Tambah Komentar

Let's Plant a Tree

Urban Pest ID

Hewan pengganggu yang kita sebut "hama" hadir karena ulah manusia. Jauh sebelum ekspansi manusia mereka bagian dari ekosistem. Mari bijak menyikapi hama dengan saling berbagi informasi!

Get in touch

Sekarang kita ada dalam revolusi teknologi. Bahkan saat ini tren memberikan kasih sayang, dan perhatian sudah bergeser tidak lewat ekspresi melainkan lewat ujung jari. Lewat like, double tab, dan juga subscribe