Let's Plant a Tree

11 Alasan Anak Perlu Sedari Dini Diperkenalkan dengan Alam

1
ALASAN_ANAK_PERLU_SEDARI_DINI_DIPERKENALKAN_DENGAN_ALAM_z4p0ml

Meskipun banyak peneliti yang menyebutkan bahwa ketika anak beraktivitas di alam terbuka memiliki lebih banyak hal positif dibandingkan di dalam ruangan. Masih banyak orang tua yang enggan mengajak anaknya beraktivitas di alam terbuka.  Menurut Gill valentine dan John Mckendrck, bahwa kecemasan orang tua akan keselamatan anak dan perubahan masa anak-anak di era sekarang yang menyebabkan kesempatan anak mengenal lingkungan alam sekitar semakin minim[1]Gill valentine dan John Mckendrck. 1997. “Children’s outdoor play: Exploring parental concerns about children’s safety and the changing nature of childhood”, … Continue reading.

Selain itu, kesibukan pekerjaan dan minimnya ruang terbuka ramah anak terutama di daerah urban membuat orang tua semakin enggan untuk mengajak anaknya beraktivitas di alam terbuka.

Apalagi pola parenting orang tua sekarang, lebih mudah memberikan anaknya gadget. Padahal berbagai penelitian menyimpulkan dengan memberikan pada anak usia dini akan terbentuk karakter anak yang agresif, emosional, kurang fokus, dan impulsif serta tidak baik bagi kesehatan tubuh anak[2]Jennifr Holmes. “9 Effects of Modern Gadgets on Children Development”, https://www.playgroundequipment.com/effects-modern-gadgets-children-development/, diakses pada 3 Juli 2021.

Menurut Richard Louv penulis buku “Last Child In The Woods: Saving Our Children From Nature-Deficit Disorder” anak-anak yang menghabiskan waktu bersama dengan orang tuanya di luar ruangan memiliki pola pikir dan emosional yang baik, anak-anak lebih bahagia, ceria, cerdas, dan sehat[3]Louv, Richard. 2006. Last child in the woods: saving our children from nature-deficit disorder. Chapel Hill, NC: Algonquin Books of Chapel Hill..

Berikut merupakan manfaat anak bermain di alam terbuka yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Membangun Rasa Kecintaan pada Alam

Orang tua yang mengajak anaknya untuk menikmati alam sedari dini akan membangun rasa kecintaan dan hormat pada alam sekitar. Orang tua merupakan role model terdekat si kecil. Anak akan sangat mudah meniru bagaimana orang tua bertindak dan berkata melalui pengamatan melalui indra-indra anak. Bagaimana sobat parents memperlakukan alam ketika menikmati alam sekitar maka anak akan menirunya.

2. Membangun Rasa Percaya Diri

Anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di alam terbuka dapat membangun rasa percaya dirinya. Begitu banyak sumber bermain dari alam terbuka.  Banyak cara yang dapat dilakukan anak-anak untuk dapat terkoneksi dengan alam. Mereka dapat berlari di rerumputan, melompat di lumpur, memanjat pohon, atau membuat pola dari dedaunan yang berserakan. Biarkan anak memilih bagaimana ia bermain dan memperlakukan sumber bermain dari alam terbuka tersebut. Artinya anak memiliki kontrol akan aksi yang akan diberikan pada sumber bermain di alam terbuka.

3. Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi

Bermain di alam terbuka yang merupakan sumber permainan yang tidak ada batasnya dan tidak terstruktur dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak. Biarkan anak untuk berpikir bebas dan mendesain bagaimana ia bermain di alam terbuka tanpa dibatasi ini itu dari orang tua yang khawatir berlebihan terhadap eksplorasi yang dilakukan anak di alam terbuka.

4. Mengajarkan Tanggung Jawab

Anak diberikan kepercayaan dan tanggung jawab terhadap pilihan yang mereka pilih atau tindakan yang akan dilakukan. Melansir artikel Ibupedia tentang tanggung jawab pada anak bahwa mengajarkan tanggung jawab pada anak perlu dilakukan sedini mungkin[4]Kristal. “Lakukan Cara Ini Untuk Mengajarkan Tanggung Jawab Pada Anak”, https://www.ibupedia.com/artikel/balita/lakukan-cara-ini-untuk-mengajarkan-tanggung-jawab-pada-anak, diakses pada 4 … Continue reading. Seperti ketika anak ingin memelihara hewan peliharaan atau menanam bibit tanaman.

Anak dapat diajarkan konsekuensi yang terjadi jika ia tidak mampu merawat atau memelihara hewan peliharaan dan tanaman dengan baik maka mereka bisa saja mati karena mereka juga makhluk hidup. Jadi dari konsekuensi yang akan timbul maka anak akan bertanggung jawab untuk merawat hewan peliharaan dan tanamannya dengan baik.

5. Menyediakan Stimulasi yang Berbeda

Alam terbuka menyediakan banyak hal untuk menstimulasi panca indra manusia. Dibandingkan bermain di dalam ruangan dengan gadget yang miskin akan eksplorasi panca indra. Di alam terbuka anak dapat mendengarkan gemercik air sungai, mencium udara segar pegunungan, melihat pemandangan hijau persawahan, merasakan asinnya air pantai, dan menyentuh pepohonan di hutan. Hal ini memperkaya pengalaman anak sebagai manusia dalam mengeksplorasi panca indranya dari alam sekitar.

6. Membuat Anak Bergerak

Sudah jelas dengan melibatkan anak di alam terbuka maka secara alamiah anak akan lebih banyak menggerakkan tubuhnya. Membuat sirkulasi darah mengalir dengan baik karena aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh anak. Hal ini tidak hanya baik bagi tubuh anak tapi juga dapat meningkatkan fokus, konsentrasi, dan melatih motorik kasar anak untuk dapat mengatur tubuhnya dalam melakukan aktivitas bergerak.

7. Membuat anak berpikir kritis

Ketika anak bermain di alam terbuka, banyak sumber pengamatan yang dapat dilakukan oleh anak. Anak akan menjadi “ilmuan” seketika saat itu karena hasil dari pengamatan yang dilakukannya. Tak jarang mereka akan banyak bertanya pada orang tuanya.

Pengamatan yang dilakukan oleh panca indra anak akan menstimulasi daya pikirnya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang dihasilkan dari pengamatan. Peran orang tua diharapkan dapat mengarahkan anak untuk menemukan jawabannya bukan memberikan jawaban secara langsung pada anak.

8. Meningkatkan Imunitas Tubuh Anak

Anak yang sering menghabiskan waktu di alam sekitar lebih lama akan memiliki pertahanan tubuh yang kuat terhadap penyakit. Hal ini terjadi karena sistem imunitas tubuhnya sudah beradaptasi dan terlatih dengan kondisi lingkungan sekitar. Contohnya ketika bermain lumpur yang umumnya dianggap banyak kuman, nyatanya tidak membuat si kecil sakit.

Selain itu, si kecil akan kuat di tempat yang bersuhu rendah karena tubuhnya sudah terlatih terpapar dengan suhu rendah. Selain itu yang terpenting ketika anak bermain di alam sekitar membuat si kecil senang dan bahagia apalagi jika ditemani oleh sobat parents, hal ini akan meningkatkan hormon-hormon kebahagiaan si kecil, sehingga ini akan menjadi booster imun tubuh si kecil.

9. Mengurangi stress dan kelelahan

Alam memberikan peluang bagi orang tua dan anak untuk dapat dinikmati secara bijaksana. Menghabiskan waktu di alam terbuka seperti melihat matahari terbit, terbenam, menatap lautan biru atau hijaunya permadani sawah, menatap bintang di langit saat malam hari, mendengarkan gemercik hujan dan mencium aroma hujan yang jatuh pertama kali di tanah bersama anak dapat memberikan relaksasi dan kesempatan beristirahat sehingga dapat mengembalikan energi positif bagi orang tua dan anak.

10. Meningkatkan ikatan hubungan antara orang tua dan anak

Menghabiskan waktu bersama anak di saat orang tua memiliki aktivitas yang tidak habis-habisnya merupakan suatu keharusan. Walaupun hanya menghabiskan waktu minum teh dan kue bersama di kebun rumah, tapi percayalah dengan konsisten orang tua menjadwalkan waktu bersama anak maka anak akan merasa bahagia dan senang. Anak akan merasa bahwa dia diperhatikan dan dilibatkan oleh orang tuanya, hal ini akan menimbulkan rasa percaya di antara orang tua dan anak. Dengan rasa percaya yang timbul, maka akan timbul komunikasi yang baik.

11. Mengurangi Screen Time

Ketika anak lebih banyak menghabiskan waktu bermain dan mengeksplorasi alam sekitar maka waktu untuk di depan layar akan berkurang, karena umumnya alam sekitar tidak mendukung kegiatan di depan layar yang membutuhkan tenaga listrik. Apalagi anak akan merasa senang jika sobat parents turut andil menemaninya di alam sekitar, sehingga fokus anak akan terpusat pada aktivitas-aktivitas yang sobat parents lakukan bersama si kecil. Jadi sesibuk apa pun pekerjaan yang sobat parents miliki tetaplah memberikan waktu bagi si kecil walau hanya sebentar tetapi jika konsisten dilakukan maka kegiatan screen time si kecil akan berkurang.

Ayo kita praktekkan!

Melihat kelebihan yang diperoleh jika memperkenalkan alam sekitar pada anak sedari dini, membuat kami merasa perlu dan butuh diterapkan pada si kecil, Arya. Kami melihat perubahan yang nyata pada Arya mulai nampak terlihat setelah Arya mulai diperkenalkan dengan alam saat usianya 10 bulan. Walau hanya sekadar berjalan di taman/kebun, bermain di pantai, mengamati danau, berjalan-jalan di hutan, dan bahkan sempat mendaki gunung.

memperkenalkan anak dengan alam
anak alam
anak belajar dari alam
gede arya ariastra
gusti ayu putri ariyanti
saplug
men arya tinungan
Sumber: Dokumentasi pribadi

Seperti Arya akan sangat responsif menyebut nama-nama beberapa hewan yang sudah ia ketahui, karena kami sudah memperkenalkan beberapa hewan pada Arya. Kami juga melihat bahwa Arya sudah paham betul untuk mencintai alam sekitar seperti tidak membuang sampah sembarangan, Arya akan mencari bak sampah ketika ia mendapatkan bungkusan makanan atau minuman.

Baca juga: 5 Tips Singkat dalam Mengajarkan Toilet Training

Selain itu, umumnya anak seumuran Arya sangat intens terkena paparan gadget, tapi ketika Arya berada dilingkungan teman sebaya yang sering bermain gadget, maka Arya akan memilih berlarian di areal terbuka. Satu hal lagi yang membuat berpikir kritisnya berkembang adalah rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap suatu hal baru, ia akan mengamatinya sungguh-sungguh dan responsif untuk menyebutkan apa yang terjadi pada objek yang ia amati.

Menambahkan hal-hal berbau naturalis pada kehidupan anak kita sedari dini memiliki benefit yang beraneka ragam. Bukan untuk dirinya saja tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya. Sebagai orang tua sebaiknya dapat menyisihkan waktu dengan anak dalam berguru bersama alam.

Dengan itu orang tua juga dapat meningkatkan dan mempererat hubungan dengan anaknya. Orang tua juga dapat menyalurkan nilai-nilai atau norma-norma yang diketahui ke anak. Bagaimana anak memperlakukan alam sekitar dan mencintai alam sekitar merupakan cerminan dirinya di masa depan. Tapi yang terpenting dari itu semua, sobat parents wajib memberikan contoh nyata dalam menjaga dan mencintai alam sekitar.

REFERENSI

REFERENSI
1 Gill valentine dan John Mckendrck. 1997. “Children’s outdoor play: Exploring parental concerns about children’s safety and the changing nature of childhood”, https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0016718597000109, diakses pada 3 Juli 2021
2 Jennifr Holmes. “9 Effects of Modern Gadgets on Children Development”, https://www.playgroundequipment.com/effects-modern-gadgets-children-development/, diakses pada 3 Juli 2021
3 Louv, Richard. 2006. Last child in the woods: saving our children from nature-deficit disorder. Chapel Hill, NC: Algonquin Books of Chapel Hill.
4 Kristal. “Lakukan Cara Ini Untuk Mengajarkan Tanggung Jawab Pada Anak”, https://www.ibupedia.com/artikel/balita/lakukan-cara-ini-untuk-mengajarkan-tanggung-jawab-pada-anak, diakses pada 4 Juli 2021

Tentang Penulis

Putri Ariyanti

Ibu rumah tangga merangkap guru keliling area Denpasar dan sekitar.

9 Komentar

  • Tulisan yang bagus dan menyampaikan aspirasi Mahmud zaman skrg ni. Sangat setuju putri dengan pola pengasuhan sperti mendekatkan anak dg alam. Selain itu, hal ini jg bisa mengurangi ketertarikan anak pada gadget yang jelas akan berdampak untuk ksehatan sekaligus pola pikir dan kecerdasan nya. Mkasi sangat menginspirasi. Smoga putri bisa membrikan tulisan yang bermanfaat untuk kedepan nya lagi.

  • Hi Putri, terimakasih sudah membagi ilmunya disini. Sangat bermanfaat dan mengingatkan kita bahwa sumber pengetahuan utama bisa kita cari di alam.

  • Thank you for sharing Putri, sampai membuat mereka aware, menjaga dan merawat alam tempat mereka hidup, wow, itu luar biasa. 😇

    • Iya bang Darius, diawali dr kenalan dulu, timbulnya kenyamanan dan kecintaan dengan alam. Memang lebih baik disarankan dr kecil biarkan mreka barefoot dan lebih banyak mengeksplore alam dengan cara mreka. Terimakasih sudah berkunjung ke website kami dan membaca tulisan ini bang🙏😊

  • Bagus nih trik, tulisanmu,
    Makasih ya sudah menginspirasi mom newbie. Kadang juga kita bingung mau k ngajak anak kita kluar rumah, explore tempat baru tp yg nyaman buat baby. Apalagi di masa covid ini, para orgtua juga jdi lebih protect kalo ngajakin anak buat jalan2. Mgkin bisa aku terapin k anakku nanti kalau sikon d lingkungan tempat tinggalku sudah membaik, pasti anakku juga seantusias kak Arya, hehe. Tp untuk skrg belajar mengenal alam nya masih lewat buku2 cerita dlu 🙂🙂

    • Iya yuk, kondisi sperti sekarang pending dlu ajak kluar, Arya pun demikian. Palingan pas pulkam karna dibelakang rumah sawah jadi kuajak ksana, diapun ketagihan. Tapi klo tinggal diperkotaan yg susah akses dluar ruangannya apalagi kondisi pandemi gni, bisa ckup dr buku buku yg berbau naturalist gtu juga diperkenalkan, nah pas pandemi sudah mereda misal mau ajak kekebun binatang nnti Arinka bisa otomatis dah nyebutin hewan hewannya itu, hehehe….. Arya gtu dia, apalagi skarang doyan ngambar, dominan dia ngambar hewan hewan laut gtu. Atau klo punya halaman blakang rumah sdikit bisa sewaktu waktu piknik bareng, pasti suka Arinka… Main bareng sm Buna dan Abinya di luar ruangan sambil main bareng dan makan bareng. Hehe…. Smoga bermanfaat ya, makasi sudah mengunjungi website kami dan membaca tuliskan iseng ku yuk🙏😊

Let's Plant a Tree

Putri Ariyanti

Ibu rumah tangga merangkap guru keliling area Denpasar dan sekitar.

Get in touch

Sekarang kita ada dalam revolusi teknologi. Bahkan saat ini tren memberikan kasih sayang, dan perhatian sudah bergeser tidak lewat ekspresi melainkan lewat ujung jari. Lewat like, double tab, dan juga subscribe