Mengenal Jenis Lebah Madu, Cek Di Sini!

M

Madu yang saat ini dijual di pasaran, pada umumnya diproduksi oleh beberapa jenis lebah. Dari mulai madu liar, madu klenceng, dan sebagainya. Madu yang selama ini ada di Indonesia sebagian besar berasal dari jenis lebah madu seperti berikut ini.

8 Jenis Lebah Madu yang Harus Anda Tahu

Lebah madu memiliki beragam jenis yang harus Anda tahu, diantaranya:

1. Apis Cerana

Pertama adalah jenis lebah madu Apis cerana. Merupakan lebah madu yang banyak ditemukan tidak hanya di Indonesia saja. Tapi juga di Afganistan, Jepang, hingga Cina yang biasanya dibudidayakan secara tradional maupun modern.

Khusus di Indonesia, Apis cerana banyak ditemukan di daratan Lombok, Bali, Pulau Jawa, Sumatera, serta Kalimantan. Dalam satu kotak saat dipanen tiga kali, jumlah madu yang dihasilkan bisa mencapai 2 hingga 5 kg per tahun.

Lebah madu ini punya subspecies bernama apis indicana yang merupakan asli Indonesia. Pemeliharaan lebah ini cukup mudah. Pasalnya Apis cerana tidak mudah menyerang, hanya saat merasa terancam saja.

2. Apis Dorsata

Biasa dikenal juga dengan nama lebah madu raksasa, yang merupakan asli dari Asia Tenggra dan Selatan. Kalau di Indonesia sendiri banyak dinamakan tawon Gung (Jawa) serta Odeng (sunda). Apis dorsata pun hampir bisa ditemukan di seluruh hutan Indonesia kecuali Papua.

Sesuai dengan namanya, Apis dorsata punya fisik yang besar. Selain itu punya sifat yang ganas dan liar sehingga masih cukup sulit untuk membudidayakannya. Sengatannya pun pun dikenal terlalu mematikan sehingga lumayan berbahaya.

Madu dari Apis dorsata ini bisa langsung diambil dari hutan. Dalam satu pohon biasanya terdiri dari 5 hingga 10 koloni. Sementara setiap koloni bisa menghasilkan madu rata-rata 10 hingga 20 kg sekali panen.

3. Apis Florea

Jenis lebah madu berikutnya adalah Apis florea. Apis florea banya ditemukan di Oman, Iran, India, dan tentu saja Indonesia. Sama dengan Apis Dorsata, lebah madu ini juga termasuk liar sehingga tidak biasa dibudidayakan.

Masyarakat Indonesia lebih familiar menyebutnya dengan istilan tawon. Pada umumnya, di alam bebas Apis florea hidup dengan koloni lebah madu lain. Seperti diantaranya Apis dorsata, Apis melleifera dan Apis cerana.

Kalau soal produktivitas, jenis lebah madu ini terbilang cukup kecil. Setiap koloni diketahui hanya bisa menghasilkan madu sekitar 1 hingga 3 kilogram saja per tahun. Madu dari lebah Apis florea ini jika dipasaran, sering disebut sebagai madu lancing.

4. Apis mellifera

Para peternak lebah menjadikan jenis lebah madu ini terfavorit untuk dibudidayakan. Pasalnya, Apis mellifera diketahui punya tingkat produktivitas tinggi. Madu yang dihasilkan oleh lebah madu ini bisa mencapai 35 hingga 40 kg per tahun.

Banyak yang bilang jika Apis mellifera ini diduga berasal dari dataran Eropa. Tepatnya diantara Yunani, Italia, atau Perancis. Selain cukup produktif, lebah madu ini juga dikenal tahan terhadap banyak iklim.

Pada mulanya, Apis mellifera ini dikenalkan pertama kali di Indonesia oleh orang Belanda, tepatnya tahun 1841 silam. Dari masa ke masa sekarang terus berkembang menjadi banyak subspecies dan diternakkan di Indonesia seperti:

  • Apis mellifera mellifera: warna tubuhnya gelap, suka berpindah rumah, dan hasil madunya sedang
  • Apis mallifera lingustica: lebah jantan punya warna badan lebih terang dan aktif bergerak.
  • Apis mallifera carnica: warna tubuh gelap kecuali perut, dan suka pindah-pindah
  • Apis mallifera caucasia: tubuhnya berwarna gelap, kuning, serta jingga
  • Apis mallifera lehzeni: warna tubuh kecoklatan

5. Apis nigrocincta

Merupakan jenis lebah madu yang juga disebut sebagai lebah madu lokal sulawasi. Lebah madu ini bisa dikatakan cukup langka. Sebab Apis nigrocincta ini hanya bisa Anda temui di Indonesia dan Filipina saja.

Bahkan, di Indonesia sendiri tidak mudah menemukan lebah madu jenis ini. Hanya hidup di Sulawasi dan sekitaran kepulauan Sangihe saja. Pada umumnya, Apis nigrocincta ini hidup dengan cara berkelompok.

Selain itu, hidupnya juga jarang berpindah-pindah tempat. Ratu lebah madu lokal Sulawasi ini diketahui mampu menghasilkan 2000 telur setiap hari. Sehingga, bisa dibilang lebah madu ini sangat produktif.

6. Apis koschevnikivi

Biasa juga disebut lebah madu merah. Jenis lebah madu ini banyak ditemukan di daerah Kalimantan. Hanya saja wilayah penyebarannya cukup luas, tidak hanya di sekitaran Kalimantan saja.

Melainkan di Sumatera, Jawa, Bahkan Malaysia. Saat ini keberadaan lebah madu merah di Jawa diketahui sudah mulai langka. Secara fisik lebah madu merah ini terlihat punya warna tubuh merah mencolok, sehingga mudah dikenali.

7. Apis andaeniformis

Punya beberapa nama lain yaitu lebah hitam atau Apis drawf honey bee. Kalau mau menemukan jenis lebah madu ini, Anda bisa mencarinya di daerah Pulau Jawa dan Kalimantan. Hanya saja, spesies lebah madu ini sekarang diketahui sudah mulai langka.

Tidak hanya di Indonesia sebenarnya lebah madu ini biasa ditemukan. Beberapa negara lain seperti Filipina, Malaysia, Laos, India, Burma, juga diketahui menjadi tempat hidup lebah madu ini.

8. Apis laboriosa

Anda bisa menemukan spesies lebah madu jenis Apis laboriosa di pegunungan Himalaya. Koloni lebah madu tersebut biasa hidup berkolono di ketinggian lebih dari 1.200 meter dpl. Informasi tentang lebah madu ini pun hingga saat ini masih sangat terbatas.

Itu dia tadi penjelasan singkat tentang beberapa jenis lebah madu. Ada yang punya niat untuk budidaya lebah madu? Pastikan memilih jenis yang tepat supaya hasilnya bisa maksimal.


Sumber:

https://alamtani.com/jenis-jenis-lebah-madu/

https://www.idntimes.com/science/discovery/ineu-nursetiawati/7-spesies-lebah-penghasil-madu-kamu-harus-tahu-exp-c1c2

https://www.smartcityindo.com/2021/02/mengenal-jenis-jenis-lebah-madu-yang.html?m=1

Tentang Penulis

Urban Pest ID

Hewan pengganggu yang kita sebut "hama" hadir karena ulah manusia. Jauh sebelum ekspansi manusia mereka bagian dari ekosistem. Mari bijak menyikapi hama dengan saling berbagi informasi!

1 Komentar

Let's Plant a Tree

Urban Pest ID

Hewan pengganggu yang kita sebut "hama" hadir karena ulah manusia. Jauh sebelum ekspansi manusia mereka bagian dari ekosistem. Mari bijak menyikapi hama dengan saling berbagi informasi!

Get in touch

Sekarang kita ada dalam revolusi teknologi. Bahkan saat ini tren memberikan kasih sayang, dan perhatian sudah bergeser tidak lewat ekspresi melainkan lewat ujung jari. Lewat like, double tab, dan juga subscribe