3 Jenis Tikus Kosmopolit Berbahaya di Indonesia

3
3 Jenis Tikus Kosmopolit Berbahaya di Indonesia

Famili Muridae atau tikus-tikusan adalah famili hewan pengerat dari ordo Rodentia. Ada berbagai macam jenis tikus yang tersebar di seluruh dunia. Setiap jenis berada di wilayah tertentu, meskipun ada beberapa spesies tertentu yang tersebar di seluruh dunia.

Secara umum, tikus bisa hidup berbagai macam ekosistem yang mereka anggap nyaman. Namun sebagian besar dari mereka adalah hewan terestrial yang hidup di atas tanah.

Di Indonesia sendiri, ada terdapat sekitar 150 – 200 spesies yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun dari seluruh spesies itu, hanya ada 9 spesies yang resmi dianggap sebagai hama yang mengganggu. Sembilan spesies hama tikus tersebut adalah:

  1. Bandicota indica (Wirok Besar)
  2. Bandicota bengalensis (Wirok Kecil)
  3. Rattus norvegicus (Tikus Got/Tikus Norway)
  4. Rattus rattus diardii (Tikus Rumah)
  5. Rattus tiomanicus (Tikus Pohon)
  6. Rattus argentiventer (Tikus Sawah)
  7. Rattus exulans (Tikus Ladang)
  8. Mus musculus (Mencit Rumah)
  9. Mus caroli (Mencit Ladang)

3 Jenis Tikus Kosmopolit di Indonesia

Dari sejumlah spesies tikus yang ada di seluruh dunia, ada tiga spesies tikus yang disebut sebagai “tikus kosmopolit”. Maksud dari istilah “kosmopolit” berarti spesies tersebut tersebar secara luas di seluruh dunia.

Sayangnya, tiga spesies tersebut merupakan bagian dari hama pemukiman yang mengganggu terutama di Indonesia. Berikut adalah penjelasan mengenai tiga jenis tikus kosmopolit yang menjadi hama di Indonesia.

1. Tikus Got (Rattus norvegicus)

Tikus got dikenal juga sebagai tikus Norway. Di beberapa daerah, tikus ini juga dikenal sebagai brown rat atau tikus cokelat berdasarkan warna bulunya. Tikus ini berasal dari benua Asia sekitaran Asia Tengah sampai Asia Timur.

Namun penyebarannya terlihat luas di Malaysia. Tikus got sering ditemukan di jalanan terutama di gorong-gorong, saluran air, atau pembuangan sampah.

Jenis tikus di indonesia, tikus got (Rattus norvegicus)
Tikus Got

Ciri utama tikus got dewasa adalah tubuhnya yang berukuran 180 – 250 mm dengan panjang ekor 160 – 210 mm. Keberadaannya dapat ditunjukan berdasarkan kotoran tikus got yang berbentu seperti biji zaitun dengan panjang sekitar 20 mm.

Selain itu, mereka juga bisa diketahui keberadaannya berdasarkan bekas gigitannya di berbagai tempat. Hal itu dikarenakan tikus got harus mengontrol gigi insisivusnya yang terus tumbuh dan berkembang pesat.

Bekas gigitan tikus got bisa menyebabkan kerusakan yang sangat besar. Dampak yang sangat besar bisa terlihat jika tikus got menyerang daerah persawahan atau gudang penyimpanan makanan.

Selain itu, tikus ini juga dapat menyebarkan lebih dari 45 jenis penyakit yang berbeda melalui air seni dan kotorannya. Karena tikus got ini menyebabkan berbagai kerusakan dan menyebarkan penyakit, tikus ini dianggap sebagai hama yang berbahaya.

Baca juga: Cara Mengusir Tikus Yang Membandel Dengan Metode PHT

2. Tikus Atap (Rattus rattus)

Rattus rattus sering salah dikira sebagai Rattus tiomanicus. Keduanya sering dipanggil sebagai tikus atap, tikus kapal, atau tikus rumah. Hewan pengerat ini berasal dari India dan Afrika Timur, kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Ciri khasnya adalah tubuh yang cenderung gemuk/tebal, ekor pendek berwarna pucat, hidung tumpul, dan telinga kecil berbulu. Mereka mudah ditemukan di gedung bangunan, saluran air, atau sistem saluran pembuangan air.

Jenis tikus di Indonesia Tikus Atap, Rattus rattus
Tikus Atap

Perilaku tikus atap adalah senang menggali tanah atau saluran pembuangan untuk membentuk tempat tinggal yang nyaman. Sayangnya, hasil galian tikus atap bisa menyebabkan kerusakan sehingga dianggap sebagai hama yang mengganggu.

Untuk mengetahui keberadaan tikus atap, Anda bisa mencari jejak kaki tikus yang ada di sekitar bangunan Anda.

Tikus atap bisa sangat membahayakan. Mereka sering sekali buang air kecil sembarangan dan mencemari daerah habitat mereka dengan urin dan kotorannya. Padahal urin mereka mengandung berbagai bakteri yang menyebabkan penyakit. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan tikus ini adalah pes, Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), dan leptospirosis.

Baca juga: Cara Membuat Racun Tikus Alami Yang Mematikan

3. Tikus Rumah/Mencit Rumah (Mus musculus)

Ciri utama mencit rumah adalah badan kecil, hidung berbentuk kerucut runcing, dan tekstur rambut yang lembut dan halus. Bentuk badannya silindris dengan warna rambut coklat hingga hitam kelabu dari kepala hingga ekor. Ukuran tubuhnya hanya sekitar 55 – 100 mm dan panjang ekor 70 – 110 mm.

Tikus rumah atau mencit

Jenis tikus ini bisa ditemukan di dalam rumah atau gudang, terutama di dekat lemari penyimpanan makanan atau penyimpanan barang. Karena mencit rumah sangat mudah dan cepat beradaptasi di lingkungan baru dan menyebabkan kerusakan, mencit rumah disebut juga sebagai satu dari 100 hama terburuk di dunia.

Mencit rumah berasal dari daerah India, namun sudah menyebar ke berbagai daerah di seluruh dunia. Mereka bisa tinggal di rumah, toko, atau habitat lain yang dianggap cocok dan banyak makanan. Mencit rumah adalah rodensia pemanjat.

Namun mereka juga sangat jago menggali lubang untuk menciptakan sarang dan mengigit untuk mengasah gigi dan mendapatkan makanan.

Keberadaan mencit rumah sangat merugikan terutama jika sudah mengigit kemasan makanan dan memakan isinya sehingga tidak dapat dikonsumsi manusia.

Pada daerah pertanian, mereka bisa memakan tanaman yang akan panen sehingga tidak ada yang bisa dihasilkan dari tanaman tersebut. Mereka juga menjadi inang dan parasit untuk berbagai penyakit yang berbahaya bagi manusia.

Perbedaan Tikus Got, Atap dan Tikus Rumahjenis tikus yang umum di indonesia
Infografis Perbedaan Tikus Got, Atap dan Tikus Rumah

Hama tikus dapat berada di mana saja yang mereka anggap nyaman dan banyak sumber makanan. Keberadaan tikus di sekitar tempat tinggal Anda bisa sangat mengganggu dan mengancam kesehatan Anda dan keluarga.

Selalu jaga kebersihan rumah dan melakukan tindakan preventif untuk menghalangi kedatangan tikus agar terhindar dari bahaya yang disebabkan jenis tikus penyebar penyakit.


Referensi:

Bayer Enviroment Science. Tikus Norway

Bayer Enviroment Science. Tikus Atap.

Bayer Enviroment Science. Tikus Rumah

Rizal Fadli. Ini 3 Penyakit yang Biasa Ditularkan dari Tikus

Tentang Penulis

Urban Pest ID

Hewan pengganggu yang kita sebut "hama" hadir karena ulah manusia. Jauh sebelum ekspansi manusia mereka bagian dari ekosistem. Mari bijak menyikapi hama dengan saling berbagi informasi!

Tambah Komentar

Let's Plant a Tree

Urban Pest ID

Hewan pengganggu yang kita sebut "hama" hadir karena ulah manusia. Jauh sebelum ekspansi manusia mereka bagian dari ekosistem. Mari bijak menyikapi hama dengan saling berbagi informasi!

Get in touch

Sekarang kita ada dalam revolusi teknologi. Bahkan saat ini tren memberikan kasih sayang, dan perhatian sudah bergeser tidak lewat ekspresi melainkan lewat ujung jari. Lewat like, double tab, dan juga subscribe