Selamat Datang Arya Ariastra!

S
Selamat Datang Arya Ariastra!

Minggu, 3 Februari 2019 merupakan hari bersejarah bagi saya dan juga bagi keluarga kecil yang kami sebut Ariastra Family. Pada hari itu telah lahir putra pertama kami yang kami beri nama Gede Arya Ariastra di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Bunda.

RSIA Puri Bunda Denpasar

Alasan kami memilih RSIA Puri Bunda karena dari segi Administrasi tidak begitu dipersulit dan dari segi pelayanan. RSIA Puri Bunda melayani dengan hati dan ini yang membuat saya dan suami memutuskan untuk melahirkan di RSIA Puri Bunda. Kebetulan dokter Sp.OG yang menangani saya langsung dari RSIA Puri Bunda, yaitu dokter Ngurah Eka Wijaya. Saya rasa Ibu-ibu yang ditangani langsung oleh dokter Eka tahu betul bagaimana kiprah beliau sebagai dokter spesialis kandungan.

Saya juga menggunakan BPJS Kesehatan untuk melahirkan di Puri Bunda. Sebulan sebelum lahiran, Saya dan suami konsultasi dulu dengan pihak Puri Bunda terkait melahirkan dengan BPJS Kesehatan.

Pemberian informasinya begitu jelas dan pihak Puri Bunda juga ramah dalam menyampaikannya. Saya belum bisa reservasi pada saat itu karena kandungan saya tidak ada indikasi untuk lahiran SC. Karena keinginan saya untuk lahiran normal juga,maka tidak bisa dijadwalkan.

Tanda-Tanda Kelahiran

Kelahiran Arya sudah mulai terdeteksi dari tanggal 2 Februari 2019. Pagi hari, sudah terasa kontraksi ringan yang membuat saya dan suami siaga. Tepat pukul 09.00 Wita kami menuju klinik faskes I BPJS, disana saya sudah diperiksa VT dalam, dan baru bukaan satu.

Di Klinik saya dibuatkan surat rujukkan ke RSIA Puri Bunda untuk langsung ditangani oleh dokter Sp.OG karena saya juga ada Riwayat asma lalu setelah itu kami balik pulang. Karena tau sudah bukaan satu, saya mulai bergerak aktif lagi dengan berjalan-jalan didepan rumah untuk mempercepat bukaan.

Saya memang menginginkan untuk lahiran Normal jadi saya komitmen untuk Latihan fisik ketika hamil dari Trimester 1, seperti mengikuti senam hamil di RSIA Puri Bunda juga. Setelah itu sore harinya, pukul 17.00 Wita saya dan suami menuju RSIA Puri Bunda untuk memeriksa kondisi bukaannya, dan ternyata masih bukaan 1. Lalu kami pulang lagi.

Di rumah saya memberikan afirmasi positif ke Arya bahwa Ibu dan Bapak menunggu Arya dengan sabar. Arya punya hari untuk kelahirannya, jadi mari berjuang bersama untuk bertemu, Nak.

Setelah itu, saat dini hari kontraksi mulai terasa lebih sering dan berjarak dekat dengan lebih lama. Semalaman saya tidak bisa beristirahat, karena kontraksi yang saya rasakan. Karena sudah tak tertahankan kontraksi yang saya rasa.

Menuju Rumah Sakit

Pukul 05.00 Wita saya dan suami menuju RSIA Puri Bunda dengan mobil Grab. Lalu setiba di RSIA Puri Bunda saya langsung diarahkan menuju ruang persalinan dengan kursi roda. Di ruang persalinan saya di VT dalam lagi, dan sudah bukaan 4. Di ruang persalinan kondisi saya dan Arya di monitor. Perawat juga menghubungi dokter Eka pada saat itu. Saya merasa pada saat dimonitor kondisi Arya, terdengar suara jantung Arya yang mulai melemah.

Pukul 07.00 Wita di VT dalam dan sudah bukaan 7, Lalu dokter Eka dan pihak perawat mengabarkan bahwa musti diambil Tindakan SC. Karena kondisi jantung arya yang melemah dan Riwayat asma yang saya miliki.

Jujur seketika itu saya gugup, karena keinginan saya untuk normal tidak bisa. Tapi karena kondisinya demikian, mau tidak mau hal tersebut musti dihadapi.

Tiba saatnya saya di ruang operasi, ini pertama kali saya di ruang operasi. Cukup buat gugup dan khawatir yang membuat tensi darah saya tinggi olehnya. Lalu saya tidur di meja operasi dan sudah dikelilingi beberapa dokter dan perawat yang ramah dan memberikan dukungan moril ke saya. Sehingga suntik epidural pun yang terkenal menyakitkan itu tidak terasa sakit sama sekali. Setelah disuntik epidural, saya tidak merasakan kedua kaki dan konstraksi yang saya rasakan sebelumnya.

Kelahiran Arya

Proses nya begitu cepat dan lahirlah Arya tepat pukul 07.56, tangisan pertamanya cukup keras. Hal itu membuat saya terharu hingga meneteskan air mata, saya rasa hampir semua ibu merasakan demikian.

Setelah itu saya diruang pemulihan dan arya di ruang bayi. Pukul 10.00 Wita saya dipindahkan ke kamar rawat inap. Lalu sekitar pukul 14.00 untuk pertama kalinya saya merangkul Arya dan langsung memberikan ASI ke Arya.

Tentunya dibantu dan didukung oleh perawat di Puri Bunda. Pihak Puri Bunda sangat Pro terhadap pemberian ASI ekslusif dan itu mensupport saya juga. Saya komitmen untuk memberikan ASI sampai Arya 2 tahun.

Selama 3 hari 2 malam saya merasa nyaman dengan pelayanan dari pihak puri bunda. Di hari terakhir juga pihak puri bunda memberikan edukasi bagaimana cara merawat newborn. Seperti membersihkan mulut, merawat tali pusar, dan cara memandikan bayi. Hal ini sangat membantu kami sebagai Ibu yang baru memiliki anak.

Seperti yang sudah saya ceritakan diatas, bagi Ibu-Ibu yang berencana untuk melahirkan buah hatinya, saya sangat merekomendasikan RSIA Puri Bunda. Sekarang usia RSIA Puri Bunda akan menginjak 17 tahun. Selamat ulang tahun untuk Puri Bunda, semoga tetap berdiri dan terus berinovasi, sehingga dapat terus membersamai kami dari kelahiran buah hati kami hingga tumbuh-kembangnya nanti.

Saya dan suamipun berencana, jika diberikan rezeki lagi untuk menambah member Ariastra Family. Saya akan memilih RSIA Puri Bunda sebagai tempat lahiran.

Selamat kau sudah sampai ditahap ini, Ibu. Banyak hal yang musti kau lalui dan musti kau pelajari untuk memulai status barumu. Tak apa jika awalnya begitu sulit dan melelahkan Bu, tapi itu semua terbayar dengan tumbuh kembangku. Setiap saat ada saja milestone yang telah kita lalui.  Kita sama-sama berjuang dan belajar ya, Bu. Ibu tetaplah Bahagia, karena jika kau Bahagia akupun demikian, karena kau adalah duniaku.

Ibu, mungkin bagi dunia kau bukanlah apa-apa tapi bagi anakmu kau adalah dunianya

Putri Ariyanti

Tentang Penulis

Putri Ariyanti

Ibu rumah tangga merangkap guru keliling area Denpasar dan sekitar.

Tambah Komentar

Let's Plant a Tree

Putri Ariyanti

Ibu rumah tangga merangkap guru keliling area Denpasar dan sekitar.

Get in touch

Sekarang kita ada dalam revolusi teknologi. Bahkan saat ini tren memberikan kasih sayang, dan perhatian sudah bergeser tidak lewat ekspresi melainkan lewat ujung jari. Lewat like, double tab, dan juga subscribe