Let's Plant a Tree

Elang Botak sebagai Emblem Bhuana Yasa

E

Popularitas Elang Botak

Jika mengetik kata “eagle” pada Google Image maka akan muncul ratusan bahkan ribuan gambar elang botak (Bald Eagle) dengan beragam pose. Dengan kata lain, species elang inilah yang paling populer saat ini. Elang botak dalam Bahasa Inggris lama disebut piebald yang memiliki arti berkepala putih. Berdasarkan nama ilmiahnya Haliaeetus leucocephalus berarti elang laut berkepala putih. Burung ini merupakan hewan asli amerika utara yang ditafsir bisa hidup sampai 50 tahun.

Sumber: www.britannica.com

Suku Indian memandang elang sebagai simbol keperkasaaan, kepemimpinan dan pandangan. Hampir serupa dengan itu elang telah digunakan sebagai banner kekaisaran terkenal di dunia mulai dari Babilonia sampai Mesir Kuno, Romawi sampai negara adidaya Amerika Serikat menggunkan elang botak sebagai simbol negara (segel agung)

Baca juga: Napak Tilas Gathering Camp

Elang Botak sebagai Emblem

Bhuana Yasa juga menggunakan elang botak sabagai emblem/lambang/logo organisasi. Tepatnya elang botak yang mencengkram bola bumi. Banyak arti kiasan baik dari jumlah bulu dan lain sebagainya tapi yang menurut penulis paling berkesan adalah proses belajar karena emblem ini.

Awalnya terlibat dalam renovasi wall climbing pada masa bhakti Anggota Muda sekitar tahun 2004. Penulis dapat kesempatan untuk menggambar ulang lambang yang mulai terkelupas dengan mencocokkan dengan design pada bendera. Memang butuh waktu lama karena kami bukan tenaga ahli dan berpengalaman dalam bidang itu. Hasilnya bisa dibilang cukup memuaskan. Namun, ada yang membuat penulis merasa kecewa beberapa bulan setelah menjadi anggota. Ketika menerima jaket, bordiran logo pada lengan kanan jaket terlihat unyu, bahkan sering diejek seperti kedis perit (burung emprit).

logo burung emprit
Jaket angkatan ke-14 yang terakhir menggunakan logo seperti pada gambar

Merasa jengah, penulis membuat versi digital lambang tersebut berbekal sketch amatiran dan aplikasi Photoshop. Kebetulan saat itu sedang dapat pelajaran TIK dengan materi aplikasi photoshop. Hitung-hitung sambil belajar. Hasilnya seperti dibawah setidaknya ada kepuasan untuk jaket junior angkatan XV tidak akan diejek kedis perit lagi.

Digitalisasi logo pertama tahun 2004

Dua belas tahun kemudian, ternyata lambang ini masih dipakai, tentunya bersama peninggalan-peninggalan lainnya. Design lambang ini terasa kurang pas sehingga penulis mencoba menggambar ulang dengan aplikasi design grafik vektor. Memang dari awal harusnya lambang ini digambar dengan Corel Draw atau Adobe Illustrator.

Warna
Hitam Putih

Lambang Bhuana Yasa Hasil Plagiarisme?

Ada yang bilang di era internet saat ini tidak ada lagi hal yang baru. Muncul pertanyaan apakah lambang ini hasil dari plagiarisme? Mengingat begitu banyaknya design logo bertema elang di internet. Untuk menjawab itu penulis mencoba menggunakan mesin pencari Google Image untuk menemukan gambar yang memiliki kemiripan. Hasilnya scroll sampai bagian bawah halaman tidak ada satupun gambar yang sama.

Hasil pencariaan Google dengan metode upload file image

Penulis juga membandingkan hasil ini dengan mesin pencari lainnya seperti Bing dan Yandex. Hasilnya tetap sama tidak ada satupun gambar yang memiliki kemiripan dengan lambang Bhuana Yasa.

Metode ini memiliki kelemahan, jika seandainya designer meniru design lama sebelum era internet dan tidak ada seorang pun meng-upload design lama tersebut ke internet. Maka bukan hanya google, mesin pencari lainnya pun tidak bisa menemukan. Jadi, bisa disimpulkan sejauh ini emblem atau lambang Bhuana Yasa bukan hasil plagiarisme.

Tentang Penulis

GIN

Pengajar serabutan, pecinta kopi dan tanaman.

Tambah Komentar

Let's Plant a Tree

GIN

Pengajar serabutan, pecinta kopi dan tanaman.

Get in touch

Sekarang kita ada dalam revolusi teknologi. Bahkan saat ini tren memberikan kasih sayang, dan perhatian sudah bergeser tidak lewat ekspresi melainkan lewat ujung jari. Lewat like, double tab, dan juga subscribe