Let's Plant a Tree

Napak Tilas Gathering Camp Bhuana Yasa

N

Buyan dan Gathering Camp, dua hal yang tidak terpisahkan dalam memori alumni Sispala Bhuana Yasa. Kegiatan  yang semula diagendakan 5 tahun sekali menjadi acara rutin tahunan. Mungkin sebagian merasa momen-momen ini bersifat adiktif dan ada pula yang merasa “traumatik”. Berikut ringkasan kegiatan Gathering Camp Bhuana Yasa yang beberapa merupakan pendapat penulis. Jika ada yang tidak sesuai atau perlu diralat silakan tuliskan komentar di bawah.

Update: 6 Januari 2021

Gathering Camp I (2005)

Gathering Camp Sispala Bhuana Yasa Pertama tahun 2005 di Buyan
Peserta Gathering Camp 2005

Ada inspirasi atau mungkin bisa dikatakan desakan untuk mengadakan reuni akbar, tapi memulai sesuatu kegiatan tanpa contoh atau model merupakan hal yang sulit untuk tingkatan anak SMA (remaja). Ternyata perlu “intervensi” dan dukungan penuh dari alumni sehingga kegiatan reuni yang selama itu terus tertunda, bisa terwujud pada kepengurusan angkatan XV.

Reuni akbar kemudian disebut Gathering Camp. Bertema “Let Share the Green”, kegiatan ini diadakan tepat pada acara puncak perayaan ulang tahun sekolah 29-30 Oktober 2015. Dipilih tempat yang indah dan tenang, yaitu Buyan II (sekitar 10-15 menit berkendaraan dari Buyan I). Momen penting pada Gathering perdana adalah pelantikan Bapak I Made Dena Arsana sebagai anggota kehormatan pertama Sispala Bhuana Yasa. Yang pada sebelumnya telah ditetapkan dalam rapat anggota. Acara lainnya seperti ramah tamah dan sharing lintas angkatan, hiburan, dan beberapa games.

Ini merupakan kegiatan tanpa push-up yang paling banyak dihadiri alumni. Suasana meriah walau hanya dihibur rangkaian permainan musik akustik. Bahkan sampai ada mantan anggota yang mundur dan telah mengembalikan atribut, turut hadir dalam acara ini.

Baca juga: Elang Botak sebagai Emblem Bhuana Yasa

Gathering Camp II (2010)

Gathering Camp II Sispala Bhuana Yasa Pertama tahun 2010 di Buyan
Peserta Gathering II Sispala Bhuana Yasa

Selama 5 tahun setelah Gathering pertama banyak isu-isu negatif dari luar tentang kegiatan kepecintaalaman yang secara tidak langsung mempengaruhi organisasi. Penerapan system diklat lama terkadang berbenturan dengan kebijakan sekolah. Beberapa kepengurusan belum menemukan formula yang tepat sebagai solusi permasalahan tersebut. Mungkin sampai hari ini? Tanpa disadari Komunikasi dengan alumni semakin terbatas (baca: dibatasi). Mulai terasa ada gap antara anggota aktif dan alumni. Berdasarkan isu tersebut Gathering II mengambil tema Connecting History Trace

Kegiatan ini dikonsep oleh alumni dan dilaksanakan oleh kepengurusan angkatan XX. Tempat Camp masih sama, yaitu Buyan II. Kegiatan ini lebih banyak berupa diskusi tentang permasalahan organisasi. Ada berbagai presentasi sampai diskusi tanpa ujung. Akhirnya  sampai ke titik jenuh bahwa paradigma pendidikan yang berorientasi pada pendidikan fisik dan mental sudah tidak dapat lagi diterapkankan.

Gathering Camp III (2012), IV (2013), V (2014)

Rentang waktu kegiatan gathering 5 tahun sekali terasa terlalu lama, maka ada usulan agar Gathering Camp dijadikan agenda tahunan. Karena Gathering Camp tidak masuk dalam program kerja pengurus. Maka kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan oleh dan untuk alumni. Gathering Camp III bertema “Come to Unity” Akses mudah tanpa biaya tambahan merupakan alasan Buyan I menjadi pilihan.

Gathering Camp IV dilaksanakan pasca renovasi wall climbing tahun 2013. Renovasi ini karena muncul keprihatinan ketika banyak papan yang rusak dan beberapa tingkat tidak terpasang papan dalam jangka waktu yang lama. Tentu perjuangan mendirikan wall climbing merupakan kenangan tak terlupakan, terutama bagi alumni yang terlibat langsung. Maka muncul inisiatif dari alumni untuk memperbaiki sekaligus meng-upgrade papan ke bahan fiber.
Ada rasa kebanggaan dan percaya diri, karena dalam waktu singkat alumni bisa mengumpulkan dana secara swadaya sampai 30 juta untuk merampungkan proyek tersebut. Untuk mengenang keberhasilan tersebut Gathering Camp IV mengambil tema Restore our Pride”. Kegiatan dan tempat masih sama dengan Gathering Camp tahun sebelumnya.


Tidak jauh dari kegiatan sebelumnya, Gathering Camp V mengambil tema “Pride to Transform”. Tidak ada acara hiburan dan makanan yang dipersiapkan khusus dalam gathering-gathering ini. Hanya camping dan bercanda gurau yang dipandu pak Dosen Sastra Inggris.

Gathering Camp VI (2015)

Gathering Camp Sispala Bhuana Yasa Pertama tahun 2015 di Buyan
Peserta Gathering VI Sispala Bhuana Yasa

Kembali ke format 10 tahun sebelumnya, Gathering Camp ini dilaksanakan 19-20 Juli 2015. Kegiatan sepenuhnya dirancang sepenuhnya oleh pengurus angkatan XXV. Pendanaan didapat dari bazar yang khusus dilaksanakan untuk kegiatan ini. Karena Buyan II saat itu sudah tidak layak lagi, maka pilihan yang paling rasional adalah Buyan I.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, tidak banyak diskusi pada acara malam. Hanya sharing dan motivasi yang banyak disampaikan oleh angkatan sepuh. Mengambil tema agak panjang “New Condition for New Atmosphere”.

Gathering Camp VII (2017)

Gathering Camp Sispala Bhuana Yasa Pertama tahun 2017 di Buyan
Peserta Gathering VII Sispala Bhuana Yasa

“We’re Born to Grow” itulah tema Gathering Camp VII. Tema ini bermaksud untuk mengingatkan angkatan berikutnya agar tetap bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi. Diadakan di Buyan I pada 19 – 20 Juli 2017. Kepanitiaan merupakan kerjasama antara alumni (kelana) dan angkatan XXVII. Jumlah peserta sekitar 70 orang termasuk panitia dan turut hadir juga mantan pembina, Bapak Pujiarsa. Konsep acara gathering ini tidak jauh berbeda dengan gathering sebelumnya (2015). Bagian yang paling seru mungkin saat keributan di sekolah setelah gathering yang bersamaan dengan carut marut penerimaan siswa baru jalur zonasi.

Seharusnya Gathering Camp lima tahunan diadakan pada tahun 2020. Namun, karena adanya pandemi Covid-19 kegiatan harus diundur untuk waktu yang belum bisa ditentukan.

Sumber: bhuanayasa.org

Tentang Penulis

GIN

Pengajar serabutan, pecinta kopi dan tanaman.

2 Komentar

oleh GIN
Let's Plant a Tree

GIN

Pengajar serabutan, pecinta kopi dan tanaman.

Get in touch

Sekarang kita ada dalam revolusi teknologi. Bahkan saat ini tren memberikan kasih sayang, dan perhatian sudah bergeser tidak lewat ekspresi melainkan lewat ujung jari. Lewat like, double tab, dan juga subscribe