Daur Hidup Lalat & Jenis Lalat di Indonesia

D
Daur Hidup Lalat & Jenis Lalat di Indonesia

Lalat termasuk serangga dari ordo Diptera yang memiliki peranan penting dalam kehidupan. Walaupun bermanfaat sebagai pengurai limbah dan sampah, lalat juga dapat menyebarkan berbagai macam penyakit. Jika ada banyak lalat yang berkeliaran di sekitar rumah, Anda perlu melakukan beberapa usaha untuk mengusir dan menghalangi lalat semakin menyebar. Agar efektif, Anda perlu mengetahui daur hidup lalat dan jenis lalat yang ada di rumah Anda.

Daur Hidup Lalat

Lalat termasuk ke dalam jenis serangga yang melakukan metamorfosis sempurna. Artinya, daur hidup lalat melalui empat tahap yang terlihat jelas perbedaan setiap tahapannya. Berikut adalah penjelasan masing-masing fase atau tahapan daur hidup lalat:

Fase Telur

Telur lalat berbentuk oval dan berukuran sekitar 10 mm. Biasanya, lalat betina dewasa meletakan telur-telurnya dalam satu kelompok pada bahan organik yang lembab dan terhindar sinar matahari. Lalat betina dewasa dapat menghasilkan 75-150 telur pada setiap kelompok. Fase telur akan berlangsung selama kurang lebih 12 jam, bergantung pada suhu lingkungan sekitar telur.

Fase Larva

Telur lalat yang menetas akan melalui fase larva. Pada fase ini, terdapat tiga istar atau tingkatan yang akan dilalui larva. Setiap istar dibedakan berdasarkan ukuran larva tersebut.

Istar I adalah tingkat larva pertama. Dimana larva yang keluar dari telur berwarna putih dan memiliki panjang kurang lebih 2 mm. Pada tingkatan ini, larva tidak bermata dan berkaki, namun sangat aktif dalam mencari makan. Setelah 4 hari, larva akan berganti kulit dan memasuki istar II.

Istar II ditandai dengan ukuran larva yang mencapai dua kali lipat ukuran larva istar I. Karakteristik tubuhnya masih mirip dengan istar I, namun larva pada istar II memiliki ukuran mulut yang lebih besar. Setelah beberapa hari, larva istar II akan mudah terlihat dan ditemukan di tempat mereka berkembang biak.

Pada istar III, larva berukuran 12 mm atau bahkan lebih. Pada tingkatan ini larva semakin aktif mencari makan hingga 3 sampai 9 hari. Kemudian, bila sudah cukup makan dan berada pada temperatur yang cocok, larva akan berubah menjadi pupa.

Fase Pupa

Pupa atau kepompong adalah fase dimana jaringan larva lalat berubah menjadi jaringan lalat dewasa. Pada umumnya, pupa atau kepompong lalat berbentuk lonjong dan berwarna merah atau coklat. Fase ini akan berlangsung selama kurang lebih 3 – 9 hari.

Jika proses metamorfosis sudah selesai, lalat muda akan membentuk celah lingkaran pada bagian anterior dan memulai fase pendewasaan.

Fase Dewasa

Waktu yang dibutuhkan lalat muda menjadi lalat dewasa tidaklah lama. Setelah 15 jam keluar dari kepompong, lalat dewasa sudah bisa mengadakan perkawinan. Lalat dewasa dapat berumur 2 – 4 minggu, tergantung pada keberadaan makanan, air, dan suhu lingkungan mereka berada. Selama fase ini, lalat dewasa akan sibuk mencari makanan yang dibutuhkan agar dapat berkembang biak dan bertelur.

daur hidup lalat, siklus hidup lalat

Jenis Lalat di Indonesia

Jika Anda sadari, lalat yang berkeliaran di rumah Anda bisa berbeda-beda jenis. Sebetulnya, ada berbagai jenis lalat yang hidup dan berkembang di Indonesia. Biasanya mereka dapat dibedakan berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran tubuh. Berikut adalah 5 jenis lalat di Indonesia.

Lalat Rumah (Musca domestica)

Jenis lalat ini pasti tidak asing bagi Anda. Lalat rumah termasuk ke dalam famili Muscidae yang tersebar di seluruh dunia. Serangga ini berukuran sedang dan berwarna hitam keabu-abuan dengan empat garis memanjang pada bagian punggungnya.

jenis Lalat Rumah (Musca domestica)
Lalat Rumah (Musca domestica)

Makanan lalat rumah sangat variatif. Mereka bisa memakan apapun tergantung keadaan fisik dan lingkungan di sekitar mereka.

Lalat rumah sering hinggap di tempat sampah, tanah, dan makanan. Anda perlu berhati-hati jika lalat rumah hinggap di makanan Anda karena mereka bisa menyebarkan berbagai macam bakteri.

Lalat Kandang (Stomoxys calcitrans)

Lalat kandang umum ditemukan di peternakan sapi. Tubuhnya menyerupai lalat rumah namun berukuran lebih kecil. Lalat ini adalah jenis lalat penghisap darah ternak yang dapat menurunkan produksi. Terkadang, lalat ini juga menyerang manusia dan menghisap darah pada bagian lutut atau betis.

Jenis Lalat Kandang (Stomoxys calcitrans)
Lalat Kandang (Stomoxys calcitrans)

Lalat Hijau (Calliphoridae)

Famili Calliphoridae adalah famili untuk lalat hijau. Umumnya jenis lalat ini berukuran sedang sampai besar dengan warna tubuh hijau keabuan hingga perak mengkilap. Ciri utama lainnya adalah matanya yang merah dan besar.

Walaupun bisa berkeliaran di rumah, lalat hijau mudah ditemukan di penjual ikan atau daging yang berdekatan dengan tempat pembuangan sampah atau kakus.

jenis Lalat Hijau (Calliphoridae)
Lalat Hijau (Calliphoridae)

Keberadaan lalat hijau perlu diawasi karena lalat ini dapat membawa telur cacing Ascaris lumbricoides, Trichuris tichiura, dan cacing kait. Ketiga cacing ini dapat menyebabkan infeksi pencernaan apabila masuk dan berkembang biak di dalam tubuh manusia.

Selain itu, lalat hijau juga bisa menularkan bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan penyakit disentri.

Lalat Daging (Sarcophaga sp.)

Serangga ini termasuk ke dalam famili Sarcophagidae. Serangga ini berciri khas tubuh besar berwarna abu-abu tua dengan tiga garis gelap pada bagian punggung.

Lalat daging bersifat viviparus dan dapat mengeluarkan larva hidup pada tempat-tempat yang cocok sebagai tempat perkembangbiakannya.

jenis lalat Lalat Daging (Sarcophaga sp.)
Lalat Daging (Sarcophaga sp.)

Serangga ini cocok berkembang biak pada daging, bangkai, kotoran, dan sampah sayur yang membusuk. Selain itu, lalat ini juga dapat menyebarkan telur cacing gilig dan cacing cambuk yang bisa menyebabkan infeksi pada manusia.

Mimik (Drosophila)

Jenis lalat ini lebih dikenal sebagai lalat buah. Mimik berukuran kecil dan senang berkerumun. Serangga dewasa berukuran 2,5 – 4 mm dan berwarna kuning kecoklatan.

Mimik betina dapat menghasilkan 25 – 35 butir telur per hari jika kondisi kelembabannya sesuai untuk berkembang biak. Siklus hidupnya dapat mencapai sekitar 26 hari.

jenis lalat buah Mimik (Drosophila)
Mimik (Drosophila)

Mereka senang sekali terhadap buah dan sayuran, serta bahan makanan yang mengalami fermentasi. Mimik biasanya mengganggu dapur rumah, restoran, dan tempat pengolahan makanan. Bahkan, mimik juga jadi pengganggu pada pabrik pengalengan, bir, anggur, serta pasar buah dan sayur.

Demikianlah informasi mengenai daur hidup lalat dan jenis-jenis lalat yang tersebar di Indonesia. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda.


Referensi:

http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/129/
jtptunimus-gdl-abdulghofa-6436-3-babii.pdf

https://fumida.co.id/jenis-lalat/

https://ekosistem.co.id/daur-hidup-lalat/

Tentang Penulis

Urban Pest ID

Hewan pengganggu yang kita sebut "hama" hadir karena ulah manusia. Jauh sebelum ekspansi manusia mereka bagian dari ekosistem. Mari bijak menyikapi hama dengan saling berbagi informasi!

Tambah Komentar

Let's Plant a Tree

Urban Pest ID

Hewan pengganggu yang kita sebut "hama" hadir karena ulah manusia. Jauh sebelum ekspansi manusia mereka bagian dari ekosistem. Mari bijak menyikapi hama dengan saling berbagi informasi!

Get in touch

Sekarang kita ada dalam revolusi teknologi. Bahkan saat ini tren memberikan kasih sayang, dan perhatian sudah bergeser tidak lewat ekspresi melainkan lewat ujung jari. Lewat like, double tab, dan juga subscribe